Penerapan Manajemen Pengetahuan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi [2]

Posted on Updated on

Pembahasan masalah dalam tulisanĀ ini menggunakan dua teori yang saling menunjang yaitu sosiologi pendidikan dan informatika sosial.

Sosiologi Pendidikan
Ditinjau dari segi estimologi istilah sosiologi pendidikan terdiri dari dua kata yaitu Sosiologi dan Pendidikan. Dalam sosiologi pendidikan, berlaku dan bekerja sama antara prinsip sosiologi dan prinsip pedagogik beserta ilmu bantuan lainnya, misalnya psikologi pendidikan. Sosiologi pendidikan adalah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan. Sosiologi memiliki alat dan teknik ilmiah untuk mempelajari pendidikan dan memberikan sumbangan berharga kepada sistem pendidikan dalam masyarakat. Bila ditinjau dari perspektif sebab lahirnya sosiologi pendidikan adalah dikarenakan adanya perkembangan masyarakat yang cepat dan berakibat pada merosotnya peran pendidik, dan perubahan interaksi antar manusia. Dikarenakan manusia bertumbuh dan berkembang bukan di sekolah melainkan di masyarakat.

Sosiologi pendidikan merupakan spesialisasi daripada psikologi pendidikan di dalam situasi sosial, dalam kondisi kelompok. Sosiologi pendidikan juga merupakan perpaduan antara psikologi pendidikan yang banyak menggunakan prinsip psikologi sosial dengan implikasi psikologi pendidikan dalam kehidupan berkelompok.

Kontribusi ilmu sosiologi dengan dengan segala komponen konseptualnya mendapat tangapan positif dari berbagi kalangan sosial melalui pendidikan. Manifestasi tersebut ditandai dengan kelahiran sosiologi pendidikan sebagai produk keilmuan baru. Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomi bagi masyarakat.

Adapun konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan adalah: menganalisis proses sosialisasi anak (peserta didik) baik dalam keluarga, sekolah maupun dalam masyarakat (lingkungan); menganalisis perkembangan dan kemajuan sosial; menganalisis status pendidikan dalam masyarakat; menganalisis partisipasi orang terdidik/berpendidikan dalam kegiatan sosial; membantu menentukan tujuan pendidikan; dan memberi kepada pendidik dengan latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan sumbangan solusi kepada masalah pendidikan. Pada dasarnya tujuan sosiologi pendidikan untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak menyimpang dari upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia.

Informatika Sosial
Informatika sosial merupakan studi yang mempelajari aspek-aspek sosial dari komputerisasi termasuk peran teknologi informasi dalam perubahan sosial dan organisasi. Penelitian-penelitian SI juga berkonsentrasi pada bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dipengaruhi oleh nilai dan praktik-praktik sosial-budaya di sebuah masyarakat. Informatika sosial dilandasi oleh cara pandang (paradigma) yang menganggap bahwa hubungan yang saling mempengaruhi antara teknologi informasi dan masyarakat pengguna.

Informatika sosial ini juga mempelajari tentang bagaimana membangun atau men-design teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mempelajari dampak sosial dari adanya TIK. Dengan melihat perkembangan dan kemajuan teknologi banyak pengamat mengatakan bahwa negara-negara maju sekarang ini sedang memasuki jaman informasi yang disebabkan oleh peledakan atau revolusi teknologi informasi. Ciri utama tumbuhnya masyarakat informasi adalah terjadinya perkembangan teknologi yang semakin canggih di bidang komputer dengan segala perangkat keras dan perangkat lunak serta peralatan telekomunikasi yang memungkinkan cara penggunaannya lebih efisien dan efektif.

Masalah yang dihadapi dalam konteks sosial mengenai masyarakat informasi ini yaitu begitu cepatnya revolusi informasi itu berlangsung. Kalau kita mengambil perbandingan dari peristiwa perubahan masyarakat pertanian ke masyarakat industri, perubahan tersebut membutuhkan waktu lebih kurang 100 tahun (hampir 1 abad). Sementara itu perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi terjadi dalam waktu puluhan tahun saja. Perubahan yang berlangsung demikian cepat ini membuat masyarakat harus mengantisipasi terhadap masa depannya. Segi lain yang berpengaruh atas perubahan masyarakat industri ke masyarakat informasi menyangkut orientasi masyarakat yang menjurus pada masalah ekonomi. Bidang informasi dan komunikasi banyak memberi kesempatan kerja bagi masyarakat.

Bagi Indonesia, masalah-masalah yang dihadapi mengenai dampak teknologi modern terhadap kehidupan budaya adalah kenyataan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari sejumlah suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan, agama/kepercayaan dan sejarah yang berbeda-beda. Masyarakat yang majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat pembangunan yang pada hakikatnya merupakan proses pembaharuan di segala sektor kehidupan. Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa media massa modern dan para wisatawan memperlancar kontak-kontak antar budaya.

Pertambahan penduduk yang menuntut pertambahan sarana hidup baik dalam kuantitas, kualitas maupun variasi. Dalam hubungan ini bangsa Indonesia harus mampu menumbuhkan serta mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan tuntutan pembangunan melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan perkembangan TIK terkini. Dalam proses pemanfaatan teknologi informasi yang sangat penting adalah mempersiapkan diri dalam penggunaan teknologi tersebut termasuk di dalamnya pembelajaran sikap mental, disiplin kepribadian, ketrampilan dasar dan kemampuan menyusun suatu sistem informasi dalam skala nasional.

Penerapan Manajemen Pengetahuan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi [1]

Posted on Updated on

Kemajuan teknologi informasi jelas membawa pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat. Secara positif kemajuan teknologi informasi memberikan kemungkinan bagi terselenggaranya komunikasi secara lebih baik dan lebih luas jangkauannya. Kemajuan teknologi informasi modern dirasakan manfaatnya bagi negara-negara yang sedang membangun. Dalam proses pemanfaatan teknologi informasi yang sangat penting adalah mempersiapkan diri dalam penggunaan teknologi tersebut termasuk di dalamnya pembelajaran sikap mental, disiplin kepribadian, ketrampilan dasar dan kemampuan menyusun suatu sistem informasi dalam skala nasional melalui pendidikan yang sesuai untuk mampu beradaptasi secara positif sehingga dapat diberdayakan guna meningkatkan kualitas kehidupan.

Dewasa ini sudah banyak lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi (PT) yang telah memiliki sistim informasi, namun terkendala dalam penerapan sehingga belum efektif untuk pembagian informasi yang dibutuhkan guna menunjang proses administasi dan pembelajaran.

Hal ini terlihat dari kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu untuk menganalisa data sehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan. Beberapa bidang yang terpisah dalam lembaga pendidikan menggunakan media teknologi atau aplikasi yang berbeda dalam mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi informasi sehingga mengakibatkan tidak seragamnya informasi yang diperoleh. Tenaga ahli yang ada hanya memahami dari sisi perangkat keras (hardware) namun penerapannya melalui perangkat lunak (software) kurang sesuai dalam data dan informasi yang dibutuhkan. Informasi dan analisa yang sudah ada terkadang masih tertutup sehingga tidak semua pihak mendapatkan izin akses penggunaannya. Banyak pendidik dan pegawai administrasi yang telah menyaksikan adanya praktik manipulasi data sehingga mengurangi kepercayaan mereka terhadap informasi yang ada.

Adapun masalah yang ditelaah dalam makalah ini tentang kurangnya integrasi teknologi dalam lembaga pendidikan (administrasi PT) dan proses pembelajaran (kurikulum PT) untuk meningkatkan kualitas tujuan baik organisasi (administrasi yang lebih bermutu) maupun pendidikan (lulusan yang lebih bermutu).

TulisanĀ ini bertujuan untuk mencari upaya pemecahan masalah tersebut sehingga sistim informasi yang ada dalam lembaga pendidikan perguruan tinggi dapat diberdayakan guna peningkatan kualitas administrasi dan pembelajaran yang lebih bermutu.