Kebijakan dan Pengembangan Pondok Pesantren di Indonesia [2]

Posted on Updated on

Kebijakan Kualitas Kajian Kitab Kuning

Dalam hal peningkatan mutu kajian kitab kuning dimulai dari aspek kelembagaan, di mana fungsi pontren sebagai lembaga reproduksi ulama, dengan sistem jenjang pendidikan yang memerlukan kesetaraan dengan lembaga formal. Otoritas tata kelola lembaga pontren juga sebaiknya didistribusikan dengan banyak pihak. Kiai pontren berkewajiban meningkatkan kompetensinya di berbagai bidang keilmuan, bahkan keilmuan di luar mazhab tertentu. Sehingga sangat penting perpustakaan pontren menghimpun kitab-kitab kuning dari berbagai mazhab.

Pada aspek peserta didik atau santri pontren, pentingnya santri diberikan pengetahuan tentang karya tulis ilmiah, teknik penulisan serta penyajiannya dalam forum mudzakarah, selain juga dilatih melakukan tahqiq al-kutub. Santri perlu memperdalam pelajaran bahasa arab sebagai pondasi dalam mempelajari kitab kuning secara seutuhnya. Santri perlu menguasai kitab kuning pada seluruh tingkatan, meski saat ini rata-rata santri hanya mempelajari kitab kuning pada tingkatan dasar. Hal ini perlu menjadi perhatian karena saat ini tingkat penguasaan rata-rata santri atas kitab kuning cenderung menurun, dan bidang keilmuan yang dipelajari pun terbatas. Adapun penyebabnya saat ini waktu yang digunakan santri lebih banyak di madrasah atau sekolah, dan waktu santri untuk mempelajari kitab kuning lebih sedikit. Keberadaan buku rapor dan tanda kelulusan atau ijazah yang diakui legalitasnya oleh pemerintah sangat diperlukan dalam menunjang prestasi akademik santri, yang juga sangat dibutuhkan manakala santri ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.

Pada aspek kurikulum pontren, mempelajari kitab kuning adalah unsur utama kurikulum pendidikan pontren. Kajian kitab kuning membutuhkan sebuah pedoman sebagai acuan dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran, selain sebagai tolak ukur untuk memastikan bidang keilmuan yang dipelajari sesuai jenjangnya. Dalam menyusun strategi dan implementasinya, pembelajaran yang penting adalah memahami kitab kuning dengan menguasai manhajul fikr-nya, mendalami thoriqot istinbat al hukm, dilanjutkan dengan mengetahui latar belakang kehidupan penulisnya. Dalam memahami kitab kuning lebih lanjut juga perlu diketahui bagaimana latar belakang sosial dan politik saat kitab itu ditulis.

Upaya untuk meningkatkan minat santri memahami agama (tafaqquh fid-din) melalui kitab kuning ini dapat dilakukan oleh kiai bersama dengan pengurus seperti: penerapan sisim salaf (tradisional) dan mu’adalah (modern), pemberian motivasi dan nasihat, intimidasi atau hukuman, melaksanakan pembelajaran intensif bagi santri, melaksanakan atau mengikuti kegiatan perlombaan.

Dalam upaya meningkatkan pemahaman kitab kuning tersebut, Kementerian Agama bersama-sama pihak pontren perlu merumuskan grand design kaderisasi ulama mutafaqqih fid-din dengan konsentrasi kajian kitab kuning. Hal ini memerlukan sebuah satuan atau program seperti jenis pendidikan kader ulama di pontren yang akan menggunakan kita kuning sebagai sumber belajar pada seluruh struktur kurikulumnya. Program ini merupakan pendidikan yang terarah, terencana dan berkelanjutan yang dimulai sejak pendidikan dasar, menengah, atas hingga jenjang pendidikan tinggi.

Selaras dengan hal tersebut, Pemerintah dalam hal ini melalui Kementerian terkait juga perlu memberikan bantuan sumberdaya pendidikan, melindungi kemandirian dan keikhlasannya, serta melakukan akreditasi untuk penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan.

Selanjutnya pihak Kementerian Agama melalui Pusat Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Agama dan Keagamaan menjadi bagian dari supporting system dalam konteks peningkatan mutu terhadap satuan atau program atau jenis pendidikan kader ulama mutafaqqih fid-din di pontren. Untuk mengimbangi upaya ini maka pihak pontren memformulasikan berbagai bentuk dan model kajian kitab kuning di pontren masing-masing kepada satuan atau program seperti jenis pendidikan kader ulama mutafaqqih fid-din yang akan dikembangkan oleh Pemerintah lebih lanjut.

Kebijakan Kualitas Kapasitas Lembaga Pontren

Menurut ahli psikologi organisasi Bruce Tackman, tahap perkembangan organisasi meliputi posisi atau fase forming, storming, norming dan performing. Dengan menggunakan teori ini maka dapat digambarkan tentang kondisi riil kapasitas pontren di Indonesia yang diklasifikasikan menjadi tipe pontren A, B dan C. Selaras dengan hal tersebut tipologi pontren dalam hal ini menjadi: pontren ideal, transformatif dan standar. Pontren ideal merupakan klasifikasi A adalah pontren yang telah mencapai kondisi performing, yaitu telah melampaui fase forming, storming dan norming. Pontren ini telah berhasil memerankan seluruh potensi sumberdaya yang dimiliki dalam berbagai kiprah pontren, meliputi pendidikan, sosial, ekonomi, bahkan politik bagi kemajuan masyarakat dan negara. Pontren transformatif atau tipe B adalah pontren dalam posisi storming dan norming, sedangkan pontren standar atau tipe C adalah pontren yang sedang berkembang (dalam tahap forming).

Sebuah pontren selayaknya harus memenuhi aspek-aspek sebagai berikut: aspek legal formal pontren, kiai, santri mukim, masjid sebagai laboratorium agama, sumber belajar, sarana pendidikan asrama, ruang belajar, perpustakaan, sistim nilai (kultur pontren) dan sarana penunjang kemandirian pontren. Pada aspek pengembangan program kelembagaan pontren untuk meningkatkan eksistensinya, meliputi penyusunan dan penerbitan kitab sumber belajar, ikatan alumni, beasiswa pengembangan tenaga pengajar, pertukaran santri, dan peningkatan kualitas administrasi dan SDM di bidang ekonomi keuangan. Unsur yang dominan dalam mempengaruhi peningkatan kapasitas pontren adalah ketersediaan sarana prasarana dan heterogenitas asal santri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s