Internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia [3]

Posted on Updated on

Pada bab ini akan dianalisis lebih lanjut mengenai perkembangan kebijakan kurikulum IAIN sebagai salah satu upaya internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Indonesia.

Perspektif Global Dalam Pengelolaan Pendidikan

Dampak positif globalisasi pendidikan antara lain: semakin mudahnya akses informasi; globalisasi dalam pendidikan akan menciptakan manusia yang professional dan berstandar Internasional dalam bidang pendidikan; globalisasi akan membawa dunia pendidikan Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain; globalisasi akan menciptakan tenaga kerja yang berkualitas dan mampu bersaing, serta adanya perubahan struktur dan sistem pendidikan yang memiliki tujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan karena perkembangan ilmu pengetahuan dalam pendidikan akan sangat pesat.

Dampak negatif globalisasi pendidikan antara lain: dunia pendidikan Indonesia bisa dikuasai oleh para pemilik modal; dunia pendidikan akan sangat tergantung pada teknologi, yang berdampak munculnya “tradisi serba instant”; globalisasi akan melahirkan suatu golongan-golongan didalam dunia pendidikan; semakin terkikisnya kebudayaan akibat masuknya budaya dari luar; serta globalisasi mengakibatkan melonggarnya kekuatan kontrol pendidikan oleh negara.

Perspektif global merupakan pandangan yang timbul dari kesadaran bahwa dalam kehidupan ini segala sesuatu selalu berkaitan dengan isu global. Orang sudah tidak memungkinkan lagi bisa mengisolasi diri dari pengaruh global. Manusia merupakan bagian dari pergerakan dunia, oleh karena itu harus memperhatikan kepentingan sesama warga dunia. Tujuan umum pengetahuan tentang perspektif global adalah selain untuk menambah wawasan juga untuk menghindarkan diri dari cara berpikir sempit, terkotak oleh batas-batas subjektif, primordial (lokalitas) seperti perbedaan warna kulit, ras, nasionalisme yang sempit, dan lain sebagainya.

Dengan demikian pentingnya (urgensi) wawasan perspektif global dalam pengelolaan pendidikan ialah sebagai langkah upaya dalam peningkatan mutu pendidikan nasional. Hal ini dikarenakan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dengan wawasan perspektif global kita dapat menghindarkan diri dari cara berpikir sempit dan terkotak-kotak oleh batas subjektif sehingga pemikiran kita lebih berkembang. Kita dapat melihat sistem pendidikan di negara lain yang telah maju dan berkembang. Dapat membandingkannya dengan pendidikan di negara kita, mana yang dapat diterapkan dan mana yang sekedar untuk diketahui saja. Kita bisa mencontoh sistem pendidikan yang baik di negara lain selama hal itu tidak bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.

Meningkatkan dan memperluas wawasan global merupakan unsur penting untuk memahami masalah global. Selanjutnya agar dapat meningkatkan wawasan global, maka pendidikan memegang peranan penting. Melalui pendidikan maka seseorang harus mampu mengembangkan empat hal berikut:

  1. Kemampuan mengantisipasi dalam artian pendidikan berusaha menyiapkan anak didik untuk dapat mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat.
  2. Mengerti dan mengatasi situasi yang dapat mengembangkan kemampuan dan sikap peserta didik untuk menangani dan berhadapan dengan situasi baru. Rasa kepedulian terhadap suatu masalah serta keinginan untuk mengatasi masalah merupakan faktor yang harus dikembangkan pada diri anak.
  3. Dapat mengakomodasi perkembangan teknologi informasi yang pesat dan segala perubahan yang ditimbulkannya. Dalam mengatasi dan mengakomodasi perlu dikembangkan sikap bahwa anak didik tidak larut oleh perubahan, tetapi ia harus mampu mengikuti dan mengendalikan perubahan agar tumbuh menjadi suatu yang positif dan bermanfaat bagi kehidupan.
  4. Persepsi dan wawasan tentang dunia perlu diorientasikan kembali karena perkembangan teknologi informasi dan perubahan sosial yang cepat sehingga memperoleh wawasan yang semakin luas.

Kurikulum Pendidikan Tinggi yang Mendukung Internalisasi PTKI

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja. Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

Kegiatan internasionalisasi di bidang pendidikan tinggi dan penelitian bertujuan untuk meningkatkan pendidikan global dan memajukan kewarganegaraan global. Hal ini dapat dilakukan dengan menghubungkan orang-orang yang bekerja di sektor pendidikan tinggi baik universitas dalam negeri maupun luar negeri dalam bentuk kerjasama internasional yang mendukung dialog dan pertukaran antara lembaga pendidikan tinggi. Bentuk upaya internasionalisasi pendidikan tinggi ini sebaiknya didukung secara bekerja sama dengan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, individu, dan kementerian, dan juga global untuk berbagi contoh praktik yang baik dalam rangka membantu mengembangkan keahlian dalam: kebijakan, kepemimpinan, penelitian akademis, peluang kerja dan pengembangan karir.

Internasionalisasi Pendidikan Tinggi selayaknya mendukung proses reformasi nasional Pendidikan di Indonesia dan memberikan dimensi internasional untuk belajar di Universitas dan Perguruan Tinggi. Hal ini dapat diwujudkan dengan bentuk program seperti:

  • bekerja dengan kementerian dan mitra perguruan tinggi luar negeri (PTLN) untuk mengembangkan strategi, kebijakan, dan praktik untuk mengembangkan sumber daya manusia yang diperlukan Indonesia untuk bergerak menuju perekonomian berbasis pengetahuan;
  • mendorong diskusi lokal dan internasional mengenai isu-isu pendidikan tinggi dan tantangannya;
  • mendukung kebijakan pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi melalui pendidikan yang mencerminkan kebutuhan pengusaha;
  • mendukung dan berpartisipasi dalam mengembangkan jaringan profesional yang mendorong penyebaran informasi dan dialog.

Adapun pihak birokrat lembaga pendidikan tinggi dapat mendukung program internasionalisasi ini dengan upaya: berbagi pelajaran dan pengalaman tentang reformasi pendidikan dan internasionalisasi dengan para tokoh dunia pendidikan; membantu mahasiswa mengakses mitra perguruan tinggi luar negeri yang tepat untuk berkolaborasi; mempromosikan program kolaborasi Indonesia dan negara lain yang bekerjasama (kerjasama dengan PTLN tertentu); serta memberikan informasi tentang peluang kolaborasi dan pendanaan pemerintah.

Adapun kegiatan yang dapat diselenggarakan dalam menunjang program internasionalisasi perguruan tinggi ini meliputi:

  • Kebijakan global dan dialog pendidikan: membantu pendidik baik dari internal kampus maupun dari PTLN mengidentifikasi tema dan isu-isu inti untuk debat dan diskusi, dengan tujuan untuk menciptakan kebijakan yang lebih baik dan praktik yang mempengaruhi para tokoh pendidikan dan pembuat kebijakan. Kegiatan ini dapat diselenggarakan dalam bentuk konferensi di Indonesia dan global.
  • Kemitraan pengetahuan pendidikan: adanya kemitraan antara masyarakat dari berbagai negara dan budaya saling menguntungkan semua pihak. Oleh karena itu, diperlukan adanya peyediaan fasilitas yang mendorong kemitraan internasional dengan membawa lembaga pendidikan terkemuka (PTLN) ke Indonesia dan mengajak para pendidik Indonesia ke PTLN terkait.
  • Alumni PTLN dan mobilitas Mahasiswa: adanya program yang mempromosikan internasionalisme dengan mendorong dan mendukung siswa internasional yang datang ke negara-negara tertentu (kerjasama) untuk belajar, dan mahasiswa dari negara kerjasama tersebut yang melakukan studi di Indonesia, serta memberikan dukungan dan layanan kepada PTLN terkait. Hal ini diperlukan tindak lanjut yang mendorong keterlibatan alumni melalui sejumlah inisiatif dan kegiatan.
  • Layanan untuk Pemasaran Pendidikan Internasional: pihak birokrasi PTKI berupaya menyediakan satu set layanan profesional untuk membantu lembaga pendidikan mencapai hasil terbaik dari kegiatan pemasaran internasional mereka.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s