Tinjauan Buku Islam Nusantara [1]

Posted on Updated on

Buku “Islam Nusantara: Sejarah Sosial Intelektual Islam di Indonesia” ini karangan Nor Huda, yang diterbitkan oleh Ar-Ruzz Media di Jogjakarta pada tahun 2007. Sejarah merupakan sebuah proses interaksi yang terus-menerus antara sejarawan dengan fakta yang dimilikinya. Sejarah juga merupakan suatu dialog yang tiada akhir antara masa kini dan masa lalu. Ini dapat dilihat berdasarkan keanekaragaman, perubahan, dan kesinambungan melalui dimensi waktu.

Islam Nusantara merupakan rangkaian sejarah panjang perkembangan Islam di Indonesia yang menguntai berbagai dimensi sejarah di dalamnya, baik itu sejarah sosial, sejarah intelektual, sampai sejarah kebudayaan, yang bertaut menguntai butiran khazanah keislaman yang tiada ternilai harganya. Dan pada akhirnya perjalanan sejarah itu menjadi bagian yang absolut bagi perjalanan umat Islam di Indonesia.

Buku ini menganalisis perkembangan Islam di Nusantara dengan perspektif Sejarah Sosial Intelektual. Perspektif sosial intelektual yang digunakan untuk meneropong Islam di Indonesia ini adalah untuk menyeimbangkan penulisan sejarah konvensional yang identik dengan sejarah politik. Tema lain yang digarap sejarah sosial adalah peristiwa gerakan sosial. Institusi sosial juga merupakan bidang garapan sejarah sosial, sejarah keluarga para bangsawan atau keluarga yang mungkin menyimpan banyak keterangan sejarah.

Adapun tujuan penulisan buku ini agar para pembaca mengetahui karakter Islam Nusantara itu sendiri, dan menjawab semua pertanyaan yang selama ini ada dalam kehidupan masyarakat sehingga pembaca tahu bahwa Islam Nusantara itu bukanlah agama baru ataupun aliran baru.

Dalam buku ini di tuliskan bahwa Islam Nusantara menjadi jawaban matang terhadap problem keumatan. Jadi ini menjadi refleksi keilmuan dimana Islam konseptual matang dalam teks, Islam faktual matang dalam kehidupan dan masih butuh lagi Islam sosial yang memadukan antara kebutuhan agama dan kebutuhan manusia. Dengan paham Islam Nusantara, orang tidak lagi fanatik dan anti budaya. Termasuk perlu memahami wacana lintas agama dan tidak mudah terprovokasi.

Dalam buku ini pembaca dapat memahami Islam yang ada di Indonesia bukanlah Islam yang sama dengan Islam di negara-negara Timur Tengah, akan tetapi Islam di Indonesia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai budaya. Budaya-budaya sakral yang ada di Indonesia tidak hilangkan begitu saja, melainkan diperbaiki agar lebih baik lagi dan tiak melenceng dari ajaran agama Islam yang sesungguhnya yang bersumber dari al-Qur’an dan Hadits. Hal yang perlu kita petik dari buku ini adalah tentang bagaimana kita harus memahami Islam Nusantara sebenarnya, agar nantinya agama Islam tidaklah saling berbenturan sehingga menciptakan pemikiran-pemikiran yang saling memecah belah.

Adapun kelebihan buku ini memiliki tata stuktur dari setiap topik yang dijelaskan secara terperinci, dengan menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh para pembaca. Sedangkan kekurangannya bagi pembaca untuk dapat memahami kandungan dari isi buku ini secara komprehensif maka pembaca harus membaca secara berulang-ulang. Buku ini juga tidak secara lengkap membahas tentang Wali Songo yang cukup berperan signifikan terhadap awal mula penyebaran agama Islam di Nusantara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s