Revitalisasi Kontribusi Ilmuwan Islam dalam Dunia Ilmu Pengetahuan [3]

Posted on Updated on

Dalam pandangan Islam, antara agama, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni terdapat hubungan yang harmonis dan dinamis yang terintegrasi ke dalam suatu sistem yang disebut dinul Islam. Di dalamnya terkandung tiga unsur pokok yaitu aqidah, syari’ah, dan akhlak, dengan kata lain iman, ilmu, dan amal salih. Ketiga inti ajaran yaitu iman, ilmu dan ikhsan terintegrasi dalam dinul Islam.

Dalam (QS. Ibrahim: 24-25) dinyatakan: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (dinul Islam) seperti sebatang pohon yang baik, akarnya kokoh (menghujam ke bumi) dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu mengeluarkan buahnya setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia agar mereka selalu ingat.”

Dari ayat di atas menggambarkan keutuhan antara iman, ilmu, dan amal. Ketiga tersebut tidak dapat dipisahkan antar satu sama lain. Iman diartikan dengan akar dari sebuah pohon yang menopak tegaknya ajaran Islam. Ilmu diartikan sebagai batang pohon yang mengeluarkan dahan-dahan dan cabang-cabang ilmu pengetahuan sedangkan amal ibarat buah dari pohon itu identik dengan teknologi dan seni. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan di atas nilai-nilai iman dan ilmu akan menghasilkan amal saleh bukan kerusakan alam.

Tidak Ada Perbedaan antara Ilmu Agama dan Ilmu Pengetahuan
Ilmu dari segi bahasa berarti kejelasan, yang digunakan dalam proses pencapaian tujuan. Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang jelas tentang sesuatu. Secara definisi dari KBBI, ilmu agama adalah pengetahuan tentang ajaran (sejarah dan sebagainya) agama; teologi. Sedangkan ilmu pengetahuan gabungan berbagai pengetahuan yang disusun secara logis dan bersistem dengan memperhitungkan sebab dan akibat.

Menurut Jujun Suriasumantri hakikat ilmu adalah suatu kumpulan pengetahuan yang dapat diandalkan dan berguna bagi kita dalam menjelaskan, meramalkan dan mengontrol gejala-gejala alam.

Ilmu memiliki dua objek yaitu objek material dan objek formal. Objek material adalah seluruh lapangan penyelidikan atau bahan yang dijadikan objek penyelidikan (material object) seperti tubuh manusia untuk objek material ilmu kedokteran. Sedangkan objek formalnya adalah metode untuk memahami material tersebut.

Ilmu mengandung arti pengetahuan, tetapi pengetahuan dengan ciri-ciri khusus yaitu yang tersusun secara sistematis, rasional, empiris dan konsisten dengan kajiannya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan dan pemikiran manusia, dibantu dengan pengindraan manusia itu serta kebenarannya diuji secara empiris, riset dan eksperimental.

Sebagai agama yang universal islam tidak hanya menitikberatkan pada persoalan ukhrawi saja seperti ibadah, aqidah dan tauhid. Pada kenyataannya, Islam juga sangat memperhatikan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupan umat manusia. Itulah sebabnya dalam al-Qur’an tidak hanya mengatur tentang ubudiah saja tetapi juga banyak memuat ayat-ayat yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan. Hal itu karena disamping ditentukan oleh nilai-nilai peribadatannya kepada Allah, martabat manusia juga ditentukan oleh kemampuannya mengembangkan ilmu pengetahuan, untuk kemanfaatan hidupnya. Dengan ilmu pengetahuan, alam dan isinya yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia dapat dieksplorasi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan manusia. Sedangkan dengan seni manusia bias menjaga keasrian alam, agar selalu tetap dalam fitrahnya sebagai alam dan menjega ketidak seimbangan yang mungkin terjadi sebagi akibat dari kemajuan ilmu pengetahuan. Untuk itulah Islam tidak memisahkan antara ilmu pengetahuan dengan masalah peribadatan lainnya.

Perbaikan Kurikulum

Para penanggung jawab pendidikan di negara muslim pada umumnya, dalam hal ini di Indonesia pada khususnya, harus segera menempuh langkah-langkah perbaikan kurikulum antara lain:

  • Menolak dan membuang kurikulum pendidikan yang bertentangan dengan Islam, menyusun kurikulum pendidikan baru yang sesuai dengan aqidah dan prinsip hidup ummat Islam.
  • Menghilangkan kesenjangan antara tujuan ilmu pengetahuan dan ilmu agama dalam seluruh materi pelajaran, seraya menjelaskan kepalsuan teori atheis Barat yang telah sebelumnya dimasukkan ke dalam materi pelajaran tersebut. Ini agar para pelajar memiliki pemahaman yang benar mengenai aqidah Islam dan tuntutan ilmu pengetahuan.
  • Merancang dan memberlakukan materi pelajaran agama Islam dan bahasa Arab di sekolah/madrasah mulai dari tingkat dasar, menengah sampai ke level perguruan tinggi.
  • Meluruskan sejarah Islam agar para pemuda muslim mengetahui kebesaran dan keagungan sejarahnya, sehingga dapat dipetik hikmah baik yang positif (kesuksesan ummat terdahulu) maupun negatif (kemunduran kejayaan Islam).
  • Memperhatikan pentingnya pelajaran bahasa Arab yang memiliki kedudukan sebagai bahasa al-Qur’an dan hadist Nabi Muhammad saw. Selain pula melakukan proses Islamisasi terhadap sistem pendidikan di perguruan tinggi, khususnya dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Pemerintah melalui Kementerian Agama dan Kemendikbud harus menambah porsi pendidikan al-Qur’an, baik untuk dihafalkan maupun dikaji sehingga menambah wawasan pemahaman nilai al-Qur’an untuk dapat diterapkan selanjutnya ke dalam ilmu pengetahuan.

Islamisasi Ilmu Pengetahuan

Berkat ilmu pengetahuan dan teknologi, kini jarak tidak lagi menjadi masalah yang berarti dalam dimensi hidup manusia. Dunia menjadi kecil. Siapapun bisa saling bercerita panjang lebar dari dua sisi dunia yang berbeda. Semua pekerjaan rutin bisa diselesaikan dengan cepat. Tapi ternyata itu tak membuat manusia mengaku lebih bahagia. Manusia menjadi miskin terhadap perasaan kemanusiaannya sendiri. Satu sisi, pengetahuan menghasilkan kemajuan material yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sementara di sisi lain menimbulkan proses dehumanisasi dan gagal menyelesaikan problema manusia. Krisis berpangkal pada materi kebenaran dari ilmu, atau dengan kata lain berpangkal pada asas ontologi, epistemologi dan aksiologi keilmuan yang tidak tepat.

Selain itu, sudah terlalu banyak krisis sains modern akibat dari adanya sekulerisasi antara agama dan ilmu pengetahuan. Banyak pandangan bahwa Agama, ilmu dan seni terpisah, sehingga satu sama lain tidak saling menopang. Ilmu tidak memiliki kendali moral, baik dalam kegunaan maupun ruang lingkup pengkajian. Padahal semestinya, ilmu didasarkan pada agama (Islam) dan digunakan berdasarkan syari’ah untuk kebaikan manusia dan alam semesta.

Untuk itu, diperlukan Islamisasi dalam menyikapi berbagai ilmu pengetahuan baru yang masuk. Hal ini bertujuan untuk: Penguasaan disiplin ilmu modern, termasuk teknologi dan seni yang sampai saat ini masih mayoritas non-muslim. Penentuan relevansi khusus Islam bagi setiap bidang pengetahuan modern, sehingga di tiap unsur pengembangan teknologi mengandung nilai-nilai Islami.

Penguasaan warisan Islam, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya (sejarah Islam dalam ilmu pengetahuan) untuk dikaji ulang kesuksesan para ulama-sains Islam. Pencarian cara-cara untuk menciptakan perpaduan kreatif antara warisan Islam dan pengetahuan modern (melalui survey masalah umat Islam dan umat manusia seluruhnya).

Pengarahan pemikiran Islam ke jalan yang menuntunnya menuju pemenuhan pola Ilahiyah dari Allah, ke arah penerapan Islamisasi ilmu pengetahuan. Realisasi praktis islamisasi pengetahuan ini melalui: penulisan kembali disiplin ilmu modern ke dalam kerangka Islam dan menyebarkan pengetahuan Islam.

Kepentingan aqidah, bahwa aqidah Islam adalah dasar ilmu pengetahuan, pengkajian dan aplikasi keilmuan. Kepentingan kemanusiaan, bahwa aktivitas keilmuan yang didasarkan dan dikontrol iman akan mewujudkan manusia seutuhnya sesuai dengan hakikat penciptaannya. Kepentingan peradaban, bahwa kehidupan dengan sistem Islam, dan segala aktivitasnya yang berjalan dalam koridor aturan Allah SWT secara konsisten akan membawa manusia pada peradaban yang agung. Kepentingan ilmiah, bahwa segala aktivitas keilmuan selalu dapat dipertanggung-jawabkan secara horisontal disertai nilai keikhlasan layaknya ibadah ke hadirat Allah SWT.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s