Month: January 2017

Penerapan Manajemen Pengetahuan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi [4]

Posted on Updated on

Berdasarkan teori sosiologi pendidikan dan teori sosial informatika ini menggunakan pendekatan manajemen pengetahuan untuk lembaga pendidikan perguruan tinggi di mana sistim informasi yang terintegrasi di dalamnya dapat diberdayakan guna peningkatan kualitas administrasi dan pembelajaran yang lebih bermutu.

Perguruan tinggi memiliki kesempatan yang sama dengan organisasi perusahaan untuk memberdayakan manajemen pengetahuan untuk menunjang seluruh aspek dari pendidikan ke arah peningkatan kualitas baik dalam hal layanan administrasi maupun proses pembelajaran. Penerapan manajemen pengetahuan bagi perguruan tinggi dengan demokrasi data dan berbagi informasi dari/untuk semua orang/pihak yang semuanya mempunyai akses untuk menyumbang, ikut serta, interaksi, menumbuhkan dan mempelajari pengetahuan yang ada dalam/sekitar organisasi lembaga pendidikan.

Perguruan tinggi yang telah menerapkan manajemen pengetahuan selanjutnya diharapkan untuk lebih dalam lagi menilai evaluasi pendekatan manajemen pengetahuan ini dengan hasil manfaat yang telah diperoleh, membedakan pendekatan MP ini dengan penerapan teknologi dan manajemen sistim informasi (karena memang hal yang berbeda), melanjutkan penelitian yang didasarkan dari pendekatan MP ini, melanjutkan transformasi pendekatan MP ini ke dalam kelas untuk memperoleh proses pembelajaran dengan mutu yang lebih efektif, serta membagikan pengalaman penerapan MP ini dengan institusi PT lainnya sehingga ke depan memungkinkan untuk dimasukkan ke dalam kebijakan kurikulum pendidikan tinggi oleh pemerintah setempat.

Daftar Pustaka

  • Idi, Abdullah. 2014. Sosiologi Pendidikan: Individu, Masyarakat dan Pendidikan, Edisi ke-4. Penerbit Rajawali Pers, Jakarta.
  • Pascu, C., et al. (2008), “Social computing: implications for the EU innovation landscape”, Foresight: the Journal of Futures Studies, Strategic Thinking and Policy. Vol.10 no.1
  • O’Dell, C. and C. J. Grayson Jr. (1998), If Only We Knew What We Know: The Transfer of Internal Knowledge and Best Practice, Free Press, New York
Advertisements

Penerapan Manajemen Pengetahuan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi [3]

Posted on Updated on

Organisasi atau lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi bukanlah mesin, sehingga model mesin bagi pengembangan organisasi (input yang diproses menjadi output) tidak sepenuhnya sesuai atau bermanfaat dalam pemahaman yang begitu rumit akan fungsi-fungsi perguruan tinggi. Akan lebih bermanfaat bila disadari bahwa lembaga pendidikan yang beradaptasi sebagai suatu sistim sosial di mana orang-orang bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam organisasi Perguruan Tinggi (PT) tersebut.

Bila dianalogikan seperti organisme yang memberdayakan dirinya melalui transformasi dari materi dan energi, selayaknya ekosistem yang memperbaiki lingkungan kembali melalui siklus dan musim, maka lembaga pendidikan juga tumbuh dan revitalisasi dirinya melalui pengetahuan yang dibuatnya, proses transfer ilmu tersebut kepada yang lainnya, dan hubungan kerja sama yang terbentuk antara orang-orang dalam lingkungan organisasi perguruan tinggi tersebut.

Manajemen Pengetahuan
Manajemen Pengetahuan (knowledge management) adalah kumpulan perangkat, teknik, dan strategi untuk mempertahankan, menganalisis, mengorganisasi, meningkatkan, dan membagikan pengertian dan pengalaman. Pengertian dan pengalaman semacam itu terbangun atas pengetahuan, baik yang terwujudkan dalam seorang individu atau yang melekat di dalam proses dan aplikasi nyata suatu organisasi. Fokus dari manajemen pengetahuan adalah untuk menemukan cara-cara baru untuk menyalurkan data mentah ke bentuk informasi yang bermanfaat, hingga akhirnya menjadi pengetahuan.

Melalui manajemen pengetahuan yang diterapkan dapat menyatukan tiga sumber daya utama dalam organisasi, dalam hal ini lembaga perguruan tinggi, yaitu: orang (pendidik-administrasi-siswa), proses (pembelajaran) dan teknologi (sistim informasi), untuk dapat diberdayakan manfaatnya dalam lembaga pendidikan dan membagi informasi secara lebih efektif.

Terdapat beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui manajemen pengetahuan dalam bidang pendidikan antara lain: berbagi hasil penelitian di mana hasil penelitian yang dimuat dalam internet/intranet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat; konsultasi dengan pakar yang ahli di bidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh; perpustakaan online dalam bentuk digital; diskusi online yang dilakukan melalui internet; kelas online melalui aplikasi dapat digunakan untuk lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas terbuka.

Adapun bagi peserta didik (mahasiswa) keuntungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui manajemen pengetahuan seperti: dapat mengakses informasi-informasi hasil penelitian mahasiswa/dosen lain, memperoleh sumber ilmu pengetahuan dengan mudah, akses ke para pakar lebih mudah karena tidak dibatasi jarak dan waktu, materi pelajaran dapat disampaikan interaktif dan menarik, dan melalui belajar jarak jauh dapat menghemat biaya dan waktu.

Sedangkan bagi organisasi penyelenggara pendidikan keuntungan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui manajemen pengetahuan dapat berupa: dapat berbagi hasil penelitian dengan lembaga perguruan tinggi lain, dapat memberi layanan lebih baik ke mahasiswa, dapat menjangkau mahasiswa yang tempatnya sangat jauh, melalui perpustakaan online dapat menekan biaya untuk menyediakan buku, dan dapat saling berbagi sumber ilmu dengan institusi PT lain.

Model Penerapan
Penerapan manajemen pengetahuan dengan kerangka kerja untuk mehamami bagaimana dan dimana pusat perhatian guna meningkatkan manfaat edukasi, termasuk tujuan dan visi-misi organisasi di dalamnya. Melalui proses ini, hubungan data-informasi-pengetahuan sebagai kesatuan tiga serangkai siklus yang saling berhubungan secara terus-menerus dan membantu orang-orang fokus ke hasil manfaat sesuai tujuan. Hal ini dapat dijelaskan selanjutnya melalui contoh penerapan dalam tabel berikut ini:

Fungsi

Data

Informasi

Pengetahuan

Misi Data yang dikumpulkan tentang kebutuhan komunitas, dan tentang tujuan utama dari misi lembaga. SDM administrasi dan tim dosen meng-evaluasi kegunaan program dalam mencapai misi lembaga. Penyelenggara PT secara terbuka membahas diskusi permintaan kebutuhan program baru dan kebutuhan lainnya yang berhubungan dengan informasi misi.
Rencana Strategis Sistim informasi mengumpulkan data manfaat yang didasarkan dari tujuan-tujuan yang terhubung dengan hasil utama. Informasi mengenai hasil/manfaat dibagikan ke bagian program untuk ditinjau ulang dan dibahas kembali. SDM administrasi dan tim dosen mengevaluasi data-informasi, dan menentukan kebutuhan akan tambahan data/informasi.
Bimbingan Akademik Selama semester pertama rencana mahasiswa dimasukkan ke dalam database, dan tersedia bagi pembimbingan melalui situs lembaga. Rencana dimutakhirkan oleh mahasiswa dan/atau pembimbing dalam setahun, dan bimbingan tersebut direkam/simpan. Pembimbing membagikan informasi tersebut dan strategi bagi pendidik lainnya untuk digunakan dalam tujuan pembelajaran.
Rencana Penerimaan peserta didik Rektor memiliki akses sepenuhnya (untuk melihat seluruh unsur lembaga).

Mahasiswa mendaftar secara elektronik, tanpa harus antri menunggu.

Rektor bekerja sama dengan dekan-dekan fakultas sebagai suatu tim membahas tentang bidang/seksi mana saja yang perlu diperhatikan. Rektor dan Dekan (SDM administrasi) rapat diskusi membahas tentang proses pendaftaran mahasiswa, dan program apa saja yang paling diminati/dicari.

Penggunaan teknik dan teknologi dengan manajemen pengetahuan di perguruan tinggi sama pentingnya dengan pemberdayaan layaknya organisasi PT lainnya. Bila dilaksanakan secara efektif maka dapat meningkatkan kemampuan pengampilan keputusan yang lebih baik, mengurangi waktu siklus pengembangan “produk” (seperti pengembangan kurikulum dan riset pendidikan), meningkatkan kualitas pelayanan admnistrasi dan akademik, serta mengurangi biaya-biaya tertentu.

Layaknya suatu lembaga pendidikan yang baru akan bermaksud menggunakan manajemen pengetahuan, dapat belajar dari pengalaman serupa pada institusi PT lain yang telah menerapkan manajemen pengetahuan ini sebelumnya. Terdapat beberapa hal yang sebaiknya perlu dipersiapkan seperti: strategi (apa saja hal yang ingin dicapai), prasarana infrastruktur (SDM, TIK, dan ukuran keberhasilan keuangan), orang yang dipercaya untuk memimpin, rencana detail pilot project, di mana empat hal ini sebaiknya diuji-coba dulu kemudian baru dievaluasi apa saja yang perlu diperbaiki untuk pengembangan selanjutnya.

Ilustrasi berikut ini menggambarkan bagaimana penerapan manajemen pengetahuan (MP) dapat menghasilkan sejumlah manfaat penting bagi proses pelayanan dalam perguruan tinggi seperti: proses riset, proses pengembangan kurikulum, pelayanan mahasiswa dan alumni, pelayanan administrasi, dan rencana strategis.

Proses Riset

  • Penerapan MP sebagai suatu tempat penyimpanan untuk: rencana riset dalam lembaga atau pihak ketiga yang potensial, hasil riset dan organisasi penyedia dana dengan kemampuan pencarian yang mudah untuk memfasilitasi peluang antar disiplin ilmu riset, peluang komersil bagi hasil riset.
  • Penerapan MP dalam bentuk portal (website) untuk prosedur administrasi riset yang berhubungan dengan: peluang pendanaan, proposal (anggaran, kebijakan, dan prosedur), kontrak (prosedur dan kebijakan), laporan teknis keuangan, serta overview layanan internal dan SDM yang ada.
  • Manfaat yang diperoleh: peningkatan daya saing pada kontrak riset dan peluang komersil, pengurangan waktu (siklus) dalam riset, fasilitas dalam riset antar disiplin ilmu (dan antar fakultas), meningkatkan mutu riset dan proposal sebelumnya, layanan internal dan eksternal yang meningkat, dan pengurangan biaya administrasi.

Proses Pengembangan Kurikulum

  • Penerapan MP sebagai suatu tempat penyimpanan untuk: upaya perbaikan kurikulum yang pernah dievaluasi sebelumnya, teknik penilaian pedagogik, penilaian mahasiswa yang dianalisa dan dimutakhirkan per semester.
  • Penghubung informasi antar disiplin ilmu, termasuk materi yang telah dimutakhirkan, dan publikasi/riset terbaru. Portal informasi yang berhubungan dengan proses pembelajaran menggunakan teknologi, termasuk peluang pengembangan fakultas/jurusan, penelusuran hasil, lessons learned, best practices, dan technology overview.
  • Manfaat yang diperoleh: peningkatan mutu kurikulum dan program, waktu yang digunakan untuk perbaikan lebih cepat, peluang pengembangan fakultas/jurusan baru, meningkatnya layanan administrasi yang berhubungan dengan teknologi, dan meningkatnya proses pembelajaran yang berhubungan dengan teknologi.

Pelayanan Peserta Didik dan Alumni

  • Penerapan MP dalam bentuk portal (website) untuk: layanan baik dosen maupun mahasiswa sehingga keduanya dapat memperoleh informasi yang lebih efektif dan mutakhir, layanan peluang kerja baik untuk mahasiswa maupun alumni, dan layanan informasi mahasiswa tentang seluruh hal mengenai lembaga pendidikan.
  • Manfaat yang diperoleh: pelayanan mahasiswa yang meningkat, meningkatnya kemampuan layanan SDM perguruan tinggi, dan meningkatnya layanan informasi bagi alumni.

Pelayanan Administrasi

  • Penerapan MP dalam bentuk portal (website) untuk: pelayanan keuangan, layanan pengadaan, dan sumberdaya manusia perguruan tinggi.
  • Manfaat yang diperoleh: layanan administrasi yang lebih efektif dan efisien, informasi yang lebih baik tentunya mengarah kepada keputusan yang berkualitas lebih baik.

Rencana Strategis

  • Penerapan MP dalam bentuk portal (website) untuk: informasi internal yang dengan katalog tentang renstra dan berbagai laporan pihak terkait (berkas audit, akreditasi), dan informasi eksternal termasuk studi patokan, lingkungan institusi PT, data lembaga saingan, tautan ke kelompok peneliti dan publikasi.
  • Penerapan MP sebagai suatu tempat penyimpanan untuk: akuntabilitas dan hasil dari penilaian pemantauan, dan indikator kinerja.
  • Kantor atau ruangan riset diubah menjadi Kantor Manajemen Pengetahuan.
  • Manfaat yang diperoleh: peningkatan kemampuan penunjang renstra dan pengambilan keputusan, pembagian informasi internal-eksternal yang meningkat, dan peningkatan kemampuan untuk mengembangkan renstra yang lebih fokus dan mutakhir.

Penerapan Manajemen Pengetahuan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi [2]

Posted on Updated on

Pembahasan masalah dalam tulisan ini menggunakan dua teori yang saling menunjang yaitu sosiologi pendidikan dan informatika sosial.

Sosiologi Pendidikan
Ditinjau dari segi estimologi istilah sosiologi pendidikan terdiri dari dua kata yaitu Sosiologi dan Pendidikan. Dalam sosiologi pendidikan, berlaku dan bekerja sama antara prinsip sosiologi dan prinsip pedagogik beserta ilmu bantuan lainnya, misalnya psikologi pendidikan. Sosiologi pendidikan adalah analisis ilmiah atas proses sosial dan pola sosial yang terdapat dalam sistem pendidikan. Sosiologi memiliki alat dan teknik ilmiah untuk mempelajari pendidikan dan memberikan sumbangan berharga kepada sistem pendidikan dalam masyarakat. Bila ditinjau dari perspektif sebab lahirnya sosiologi pendidikan adalah dikarenakan adanya perkembangan masyarakat yang cepat dan berakibat pada merosotnya peran pendidik, dan perubahan interaksi antar manusia. Dikarenakan manusia bertumbuh dan berkembang bukan di sekolah melainkan di masyarakat.

Sosiologi pendidikan merupakan spesialisasi daripada psikologi pendidikan di dalam situasi sosial, dalam kondisi kelompok. Sosiologi pendidikan juga merupakan perpaduan antara psikologi pendidikan yang banyak menggunakan prinsip psikologi sosial dengan implikasi psikologi pendidikan dalam kehidupan berkelompok.

Kontribusi ilmu sosiologi dengan dengan segala komponen konseptualnya mendapat tangapan positif dari berbagi kalangan sosial melalui pendidikan. Manifestasi tersebut ditandai dengan kelahiran sosiologi pendidikan sebagai produk keilmuan baru. Kajian sosiologi pendidikan menekankan implikasi dan akibat sosial dari pendidikan dan memandang masalah pendidikan dari sudut totalitas lingkup sosial kebudayaan, politik dan ekonomi bagi masyarakat.

Adapun konsep tentang tujuan sosiologi pendidikan adalah: menganalisis proses sosialisasi anak (peserta didik) baik dalam keluarga, sekolah maupun dalam masyarakat (lingkungan); menganalisis perkembangan dan kemajuan sosial; menganalisis status pendidikan dalam masyarakat; menganalisis partisipasi orang terdidik/berpendidikan dalam kegiatan sosial; membantu menentukan tujuan pendidikan; dan memberi kepada pendidik dengan latihan yang efektif dalam bidang sosiologi sehingga dapat memberikan sumbangan solusi kepada masalah pendidikan. Pada dasarnya tujuan sosiologi pendidikan untuk mempercepat dan meningkatkan pencapaian tujuan pendidikan. Karena itu, sosiologi pendidikan tidak menyimpang dari upaya agar pencapaian tujuan dan fungsi pendidikan sebagai upaya memanusiakan manusia.

Informatika Sosial
Informatika sosial merupakan studi yang mempelajari aspek-aspek sosial dari komputerisasi termasuk peran teknologi informasi dalam perubahan sosial dan organisasi. Penelitian-penelitian SI juga berkonsentrasi pada bagaimana pemanfaatan teknologi informasi dipengaruhi oleh nilai dan praktik-praktik sosial-budaya di sebuah masyarakat. Informatika sosial dilandasi oleh cara pandang (paradigma) yang menganggap bahwa hubungan yang saling mempengaruhi antara teknologi informasi dan masyarakat pengguna.

Informatika sosial ini juga mempelajari tentang bagaimana membangun atau men-design teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mempelajari dampak sosial dari adanya TIK. Dengan melihat perkembangan dan kemajuan teknologi banyak pengamat mengatakan bahwa negara-negara maju sekarang ini sedang memasuki jaman informasi yang disebabkan oleh peledakan atau revolusi teknologi informasi. Ciri utama tumbuhnya masyarakat informasi adalah terjadinya perkembangan teknologi yang semakin canggih di bidang komputer dengan segala perangkat keras dan perangkat lunak serta peralatan telekomunikasi yang memungkinkan cara penggunaannya lebih efisien dan efektif.

Masalah yang dihadapi dalam konteks sosial mengenai masyarakat informasi ini yaitu begitu cepatnya revolusi informasi itu berlangsung. Kalau kita mengambil perbandingan dari peristiwa perubahan masyarakat pertanian ke masyarakat industri, perubahan tersebut membutuhkan waktu lebih kurang 100 tahun (hampir 1 abad). Sementara itu perubahan dari masyarakat industri ke masyarakat informasi terjadi dalam waktu puluhan tahun saja. Perubahan yang berlangsung demikian cepat ini membuat masyarakat harus mengantisipasi terhadap masa depannya. Segi lain yang berpengaruh atas perubahan masyarakat industri ke masyarakat informasi menyangkut orientasi masyarakat yang menjurus pada masalah ekonomi. Bidang informasi dan komunikasi banyak memberi kesempatan kerja bagi masyarakat.

Bagi Indonesia, masalah-masalah yang dihadapi mengenai dampak teknologi modern terhadap kehidupan budaya adalah kenyataan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari sejumlah suku bangsa dengan latar belakang kebudayaan, agama/kepercayaan dan sejarah yang berbeda-beda. Masyarakat yang majemuk ini sedang mengalami pergeseran sistem nilai sebagai akibat pembangunan yang pada hakikatnya merupakan proses pembaharuan di segala sektor kehidupan. Derasnya arus informasi dan komunikasi yang dibawa media massa modern dan para wisatawan memperlancar kontak-kontak antar budaya.

Pertambahan penduduk yang menuntut pertambahan sarana hidup baik dalam kuantitas, kualitas maupun variasi. Dalam hubungan ini bangsa Indonesia harus mampu menumbuhkan serta mengembangkan sistem nilai yang sesuai dengan tuntutan pembangunan melalui sistem pembelajaran yang terintegrasi dengan perkembangan TIK terkini. Dalam proses pemanfaatan teknologi informasi yang sangat penting adalah mempersiapkan diri dalam penggunaan teknologi tersebut termasuk di dalamnya pembelajaran sikap mental, disiplin kepribadian, ketrampilan dasar dan kemampuan menyusun suatu sistem informasi dalam skala nasional.

Penerapan Manajemen Pengetahuan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Perguruan Tinggi [1]

Posted on Updated on

Kemajuan teknologi informasi jelas membawa pengaruh positif maupun negatif terhadap kehidupan sosial-budaya masyarakat. Secara positif kemajuan teknologi informasi memberikan kemungkinan bagi terselenggaranya komunikasi secara lebih baik dan lebih luas jangkauannya. Kemajuan teknologi informasi modern dirasakan manfaatnya bagi negara-negara yang sedang membangun. Dalam proses pemanfaatan teknologi informasi yang sangat penting adalah mempersiapkan diri dalam penggunaan teknologi tersebut termasuk di dalamnya pembelajaran sikap mental, disiplin kepribadian, ketrampilan dasar dan kemampuan menyusun suatu sistem informasi dalam skala nasional melalui pendidikan yang sesuai untuk mampu beradaptasi secara positif sehingga dapat diberdayakan guna meningkatkan kualitas kehidupan.

Dewasa ini sudah banyak lembaga pendidikan seperti perguruan tinggi (PT) yang telah memiliki sistim informasi, namun terkendala dalam penerapan sehingga belum efektif untuk pembagian informasi yang dibutuhkan guna menunjang proses administasi dan pembelajaran.

Hal ini terlihat dari kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu untuk menganalisa data sehingga dapat menghasilkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan lembaga pendidikan. Beberapa bidang yang terpisah dalam lembaga pendidikan menggunakan media teknologi atau aplikasi yang berbeda dalam mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi informasi sehingga mengakibatkan tidak seragamnya informasi yang diperoleh. Tenaga ahli yang ada hanya memahami dari sisi perangkat keras (hardware) namun penerapannya melalui perangkat lunak (software) kurang sesuai dalam data dan informasi yang dibutuhkan. Informasi dan analisa yang sudah ada terkadang masih tertutup sehingga tidak semua pihak mendapatkan izin akses penggunaannya. Banyak pendidik dan pegawai administrasi yang telah menyaksikan adanya praktik manipulasi data sehingga mengurangi kepercayaan mereka terhadap informasi yang ada.

Adapun masalah yang ditelaah dalam makalah ini tentang kurangnya integrasi teknologi dalam lembaga pendidikan (administrasi PT) dan proses pembelajaran (kurikulum PT) untuk meningkatkan kualitas tujuan baik organisasi (administrasi yang lebih bermutu) maupun pendidikan (lulusan yang lebih bermutu).

Tulisan ini bertujuan untuk mencari upaya pemecahan masalah tersebut sehingga sistim informasi yang ada dalam lembaga pendidikan perguruan tinggi dapat diberdayakan guna peningkatan kualitas administrasi dan pembelajaran yang lebih bermutu.